Bukan Berpacu Dengan Melodi, Biduan Ini Berpacu Dengan Waktu Untuk Dukung Persebaya

0
113
Passion. Berpacu dengan waktu untuk bisa nribun di sela-sela bekerja sebagai penyanyi event, kata Rere, melihat Persebaya dari streaming dengan melihat langsung ke stadion itu sangat berbeda dan emosional. Oleh karenanya, Rere harus berpacu dengan waktu untuk hadir di stadion dan harus kembali ke event selanjutnya. [ Foto Koleksi Rere dari noizephotoworks]

Surabaya, greenforce.co.id – Kali ini mengisahkan perjalanan biduan yang terkesima dengan sepak bola, terkhusus Persebaya Surabaya.

Biduan. Rere saat mengisi sebuah job wedding. Sebagai penyanyi freelance, Rere memiliki kepadatan jadwal yang telah di susun setiap pekannya. [Koleksi Rere]
Adalah Rere, dara yang berprofesi sebagai penyanyi di acara pernikahan dan banyak acara hiburan ini salah satu insan yang menggandrungi Persebaya.

[Foto Koleksi Rere]
Lajang kelahiran Surabaya ini memiliki kisah menarik menjadi Bonek. Alumni UBHARA ini menceritakan banyak hal dalam mendukung dan menjadi pendukung Persebaya Surabaya.

 

Berprofesi sebagai penyanyi. Dirinya menguasai seluruh genre lagu dan musik. Bakat tersebut di ceritakan ia miliki sejak masih kecil, kemudian Rere menceritakan kisah saat menjadi Bonek, dimana hal itu justru membuat teman-temannya juga ingin merasakan atmosfer stadion.

[Foto Koleksi Rere]
“Banyak teman jadi penasaran, katanya bonek tidak lagi ber-stigma negatif seperti dulu, mereka ingin ikut nribun musim selanjutnya untuk mendukung Persebaya secara langsung” ungkap Rere.

 

Kesenangan mendukung Persebaya langsung di tribun merupakan satu dari cara orang tua penyanyi ini untuk anaknya berinteraksi dengan banyak orang. “Saya ini bisa di bilang dulu introvert, terus sama mama supaya mau bertemu banyak orang, saya di ikutkan les vocal, dan itu bukan untuk jadi penyanyi seperti sekarang, tapi untuk bisa bersosialisasi” kata sarjana komunikasi ini.

 

Rere terbilang wanita dengan kebulatan tekad menentukan profesi dengan kuat. Pernah bekerja di dua BUMN, gadis ini memilih untuk berprofesi sebagai penyanyi event. “Soalnya nyanyi itu sejak SMP, terus kerja, saya memilih menyanyi akhirnya keterusan” tutur wanita kelahiran 1998 ini.

 

Dari sekolah vocal, ia mulai berani bertemu dan bersosialisasi dengan banyak orang, ia mulai terbiasa berhadapan, berbicara di depan umum. Persebaya menjadi saluran dirinya menuangkan segala hobby pada olah raga kulit bundar itu. Rere mulai memberanikan diri hadir mendukung klub kebanggaan Arek Suroboyo itu.

 

“Saya diajak teman kuliah nribun, awalnya takut, terus teman bilang sekarang sudah beda, ayo coba, eh keterusan sampai sekarang” kata Rere.

 

Menjadi Bonek sesuatu yang menantang secara emosional menurut putri kedua dari dua bersaudara itu. Capaian Persebaya di musim 2023/2024 memang tidak begitu bagus, kendati demikian, hal itu tidak membuat dirinya ini patah arang.

Emosional. Capaian Persebaya di musim 2023/2024 memang menjauh dari target yang dicanangkan managemen. Hal itu membuat supporter Persebaya begitu emosional pada hasil tersebut. [Koleksi Rere]
Rere menyukai Persebaya secara tim, dia tidak memberi pandangan siapa pemain yang paling di kagumi di dalam Bajul ijo itu, saat mulai mendukung Persebaya di stadion, “aku ngeliatnya ya tim Persebaya, terus mulai melihat Tony, dkk, dan siapa yang pakai kruk itu, Dayat ya” ucapnya.

 

Arek Wonocolo ini setiap pekan selama musim kemarin selalu berpacu dengan waktu. Jadwal tampil (show) selalu padat di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. “Saya itu kalo Sabtu dan Minggu padat, nyanyi dari pagi sampai malam, jeda nya di jam 13.00 sampai 17.00” ujarnya.

 

Rere menceritakan dirinya di setiap pekan selalu berpacu seperti itu. Tidak sesekali wanita berparas manis ini ber-slalom dengan waktu. “Kalo liat saya di tribun sudah pakai make up itu bukannya apa, itu nyiasati waktu, mbonek di sela-sela kerja” sambungnya.

 

“Kalau nyanyi pagi itu start jam 09.00 sampai jam 13.00, terus ke stadion, saya riasan untuk supaya setelah pertandingan langsung ke event nyanyi jam 19.00, jadi maklum kalo sudah make-up” cerita Rere.

 

Karena tak ingin kehilangan laga-laga home, dia menyiasati waktu seperti itu untuk tetap bisa nribun. “Karena sering begitu, sampai mas-mas yang di parkiran mobil itu hafal, mereka memberi tempat yang kiranya saya cepat untuk keluar ke jalan tol” lanjutnya.

“Jadi di mobil itu wardrobe saya semua disana, ya busana pentas, casual, sampai baju mbonek semua disitu” sambungnya.

 

Rere tidak memusingkan hasil match buruk yang di dapat Persebaya setiap laga home. Dirinya yakin jika pekan ini seri, pasti pekan selanjutnya akan bangkit, meski kemudian tetap saja seri bahkan kalah. “Kalau pas kalah ya pasti kecewa, manusiawi itu, tapi mau gimana lagi, jadi kalo nyanyi ya tetap harus ceria” ujarnya.

 

“Saya penasaran kalo pas nonton seri atau kalah, pernah pas gak nonton malah menang, saya penasaran, Persebaya ini sudah kayak candu” kata Rere sambil tertawa.

 

Meski memiliki kepadatan jadwal nyanyi, Rere juga menjalankan usaha di bidang kuliner “Iki_Enak Sby” dan Wedding Organizer (Make Up Artist/MUA). Semua usaha ini dijalankan oleh penyanyi yang freelance ini.

[Koleksi Rere]
Sejauh ini, pemilik nama Erithrine Nuriamareta Firdausy belum memiliki asisten untuk membantu dirinya di setiap job yang datang. “Dulu ada, tapi karena sesuatu hal, saya putuskan tanpa asisten, tapi, kayaknya sekarang butuh asisten, ya cari pelan-pelan saja” katanya.

Musim mendatang, Rere berharap regulasi tentang larangan away bagi supporter dicabut oleh federasi, “pengen away sesekali, pengen away ke Bandung” seru Rere, semua bergantung pada waktu, kalau pas ada job di daerah yang ada liga 1 enak, bisa away sambil kerja timpalnya.

 

Sebagaimana naluri seni suaranya membuncah, Rere ingin sekali meng-cover lagu Song For Pride. Hanya saja dirinya ragu, sebab lagu tersebut masih menjadi perdebatan jika di cover yang tak sesuai pattern-nya.

 

“Pengen ngover lagu itu, aku ada teman di studio recording, mau sih aku rekam ulang, cuma khawatir itu justru akan menjadi persoalan baru, jadi nanti saja, nyari lagu lain yang pas” harapnya.

 

Rere memiliki harapan yang sama dengan banyak bonek. Seluruh pendukung Persebaya pasti memiliki harapan Persebaya berjaya. Dia juga mengharapkan tim berjuluk green force ini mencapai prestasi terbaik.

(tr)

_________________________
greenforce.co.id
tonirupilu/jurnalis
yans.loss27/photographer

 

Tinggalkan Komentar